News and Event

31 Mei 2o17

DAMPINGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Post By: Admin

Anak yang dikategorikan sebagai anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak yang mengalami keterbelakangan mental, ketidakmampuan belajar atau gangguan atensi, gangguan emosional atau perilaku, hambatan fisik, komunikasi, autisme, traumatic brain injury, hambatan pendengaran, hambatan penglihatan, dan anak-anak yang memiliki bakat khusus. Itu sebabnya, dalam membesarkan anak yang berkebutuhan khusus, diperlukan perlakuan khusus.

blog-image

Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang memang secara signifikan berbeda dalam beberapa dimensi yang penting dari fungsi kemanusiaannya. Bisa dikatakan, populasi anak berkebutuhan khusus meningkat, salah satunya disebabkan karena adanya perubahan gaya hidup. Selain itu, penyebab adanya seorang anak mengalami ini bisa dikarenakan faktor dari dalam dan dari luar. Jika dari dalam adalah karena faktor keturunan. Sedangkan dari luar memiliki banyak penyebab.

Penyebab dari luar diantaranya adalah maternal malnutrition atau malnutrisi pada ibu yang tidak menjaga pola makan yang sehat, keracunan atau efek substansi waktu ibu hamil yang bisa menimbulkan kerusakan pada plasma inti, kerusakan pada otak waktu kelahiran, gangguan pada otak misalnya tumor otak, bisa juga karena gangguan fisiologis seperti down syndrome. Penyebab dari luar lainnya juga bisa juga karena pengaruh lingkungan dan kebudayaan, misal pada anak pada anak yang dibesarkan di lingkungan yang buruk.

Pada umumnya, anak-anak yang berkebutuhan khusus dan sebagian anak normal mengembangkan suatu bentuk perilaku yang perlu perhatian dan penanganan secara khusus dan hati-hati. Perilaku tersebut bisa saja terjadi dimana anak merasa frustasi karena tidak dapat mengekspresikan dirinya dengan kata-kata yang komunikatif agar dipahami orang lain sehingga akhirnya amarahnya meledak dan mengamuk

Jadi, yang dapat dilakukan dalam membantu anak berkebutuhan khusus diantaranya dengan melakukan pengelolaan perilaku yang diberikan secara khusus sesuai dengan kemampuannya dan pengelolaan lingkungan fisik dimana ia berada. Disini orangtua harus peka, karena anak berkebutuhan khusus membutuhkan dukungan dan perhatian khusus supaya potensi mereka bisa meningkat dan mencapai perkembangan dengan hasil yang optimal.

Selain itu, anak-anak berkebutuhan khusus juga dapat disekolahkan dengan disatukan bersama anak normal lainnya, mereka mendapatkan materi yang sama saat menerima pelajaran hingga akhirnya IQ mereka pun bagus dan bahkan bisa setara. Anak-anak yang mengalami kesulitan belajar tersebut memiliki gaya belajar yang unik, sehingga untuk mengembangkan potensi mereka, sangat diperlukan lingkungan belajar yang kondusif, metode belajar yang inovatif, serta guru yang mengasihi dan mau mengerti kebutuhan anak. (Inggrid Namirazswara/dari berbagai sumber).